Peristiwa 65, Merawat Ingatan, dan Pertanyaan yang Tersisa...

September 30, 2016

Di seberang Istana Negara, seorang kawan berdiri di depan barisan aparat dengan menggunakan kaus bertuliskan '1965, Masalah-Masalah yang Tak Selesai-Selesai'

30 September tahun 1965 silam, pada hari itu sebuah peristiwa kelam terjadi di Negara bernama Indonesia ini. Peristiwa kelam yang melibatkan banyak pihak, melibatkan banyak korban, untuk kemudian menyisakan banyak tanda tanya.

Keterbatasan informasi semasa Orde baru berdiri, membuat peristiwa tersebut hanya bisa dilihat sebatas: Partai Komunis Indonesia (PKI) sangat kejam, perlu dihabisi. Titik.

Saya sendiri memang tidak terlahir pada jaman itu, namun entah kenapa, saya tertarik untuk melihat kembali peristiwa 65. Awalnya hanya sekedar tahu, tapi kemudian hal tersebut malah menuntun saya untuk ingin mengetahui lebih banyak.

Peristiwa 65 menyimpan banyak cerita, menyimpan banyak kenangan, namun juga menyimpan sejumlah pertanyaan yang belum terjawab, hingga kini.

Saya pikir, saya perlu menyeimbangkan informasi yang sejak awal saya ketahui (hanya sebatas PKI kejam) dengan mengumpulkan berbagai cerita seputar peristiwa 65. Film, buku, dan diskusi dengan beberapa orang kawan adalah cara saya untuk mengumpulkan cerita-cerita tersebut.

Pada suatu kesempatan lain, beruntunglah saya, bisa berhasil mengumpulkan beberapa cerita lagi terkait Peristiwa 65. Cerita itu saya dapatkan saat bertemu dengan para penyintas 65 di sebuah panti jompo di Jakarta, pertengahan Agustus 2016 lalu.

Dan beruntung, cerita saya untuk Merawat Ingatan Para Penyintas bisa dirangkum dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh Ingat65, dengan bantuan Mbak Prodita, selaku Pimpinan Redaksi, yang saya kenal dalam beberapa kali pertemuan.

Cerita lengkapnya: Merawat Ingatan Para Penyintas

***

Pertemuan singkat dengan para penyintas tentu bukan akhir dari cerita yang saya kumpulkan. Sepertinya saya masih perlu mendapatkan cerita lainnya, entah darimana.

Namun, kehadiran saya di Panti 65 itu setidaknya menjawab beberapa pertanyaan bahwa, ada banyak korban sipil yang sebenarnya tidak bersalah, ada banyak pelanggaran HAM saat peristiwa itu terjadi, dan ada banyak hal-hal lain yang hingga saat ini masih ditutupi oleh keterlibatan negara di dalamnya.

Peristiwa 65 masih saja menyisakan pertanyaan yang tak selesai-selesai...

***

Dokumentasi Panti 65:

Panti 65

Ibu Sri Suprapti dan Pak Rusdiono

Pak Tumiso saat memperlihatkan contoh nasi kering yang sempat menjadi makanan selama dalam tahanan

Pak Rusidi

Ibu Sumirah

Pak Rusdiono

Dokumentasi foto milik Pak Tumiso yang menggambarkan situasi di Pulau Buru

Pak Tumiso



You Might Also Like

0 komentar

Terima

Kasih

Banyak

Subscribe