Si Hitam dan Perihal Aku Menyukaimu

Maret 20, 2016

Ilustrasi: Tripdude.info


Rinduku menguap
Sore itu, saat langit berubah kelabu
Aku bertemu denganmu

Kota kembang, kota kenangan
Ruas jalannya terasa sedikit lebih kosong
Seakan-akan para penggunanya tahu
Lalu memberikan jalannya padaku
Untuk kemudian menjemput dirimu

Mendung masih menetap di langit
Gerimisnya yang menggantung pun turun
Namun malu – malu
Seperti rasa dalam hati saat itu
Saat aku kembali bertemu denganmu
Sejak empat tahun lalu

Delapan kilometer jarak yang ditempuh
Hingga akhirnya kita berlabuh
Di sebuah rumah candu

Toraja dan Papua
Kita memesan si hitam dari tempat yang berbeda
Seperti aku denganmu
Terpisahkan jarak
Namun dipertemukan oleh waktu

Putih pakaianmu
Lurus terurai rambut panjangmu
Tunggu, tunggu dulu
Bersamaan dengan menetesnya si hitam ala Vietnam drip itu
Beri aku waktu sebentar dulu
Untuk lebih memperhatikanmu

Sungguh, bercerita dengamu
Tentang gunung dan laut
Tentang mimpi dan harapan
Dan tentang hal – hal yang menyenangkan lainnya
Membuat suasana menjadi amat bahagia

Biarkan si hitam itu menjadi saksi
Banyak hal yang kuungkap padamu
Namun, hanya satu yang belum:

Perihal aku menyukaimu…


Gorontalo, 20 Maret 2016

You Might Also Like

0 komentar

Terima

Kasih

Banyak

Subscribe