Sebut Saja Amsyong..

April 04, 2015

http://sd.keepcalm-o-matic.co.uk/i/keep-calm-da-aku-mah-amsyong.png
Hari kedua di bulan April..

Ditengah-tengah kegiatan yang sayah lakukan, sayah sempat membaca sebuah artikel, judulnya Wartawan Vs. Korlip. Tulisan karya seorang jurnalis yang menurut sayah bikin cengir sih..hehe

Setelah baca tulisan itu, sayah jadi mau bercerita juga terkait hal yang sayah lakukan di hari kedua bulan April ini. Yaa, ngga jauh-jauh sih, masih seputaran profesi itu juga…



*** 

Hari ini hari pertama sayah berangkat liputan di bulan ini. Liputan dengan harapan akan menambah pundi-pundi honor yang biasa dikasih tiap akhir bulan oleh “Bos”.

Hari ini sayah memulai liputan di Polres Kota Gorontalo. Sehari sebelumnya, sayah sempat dikasih tau oleh seorang kawan, kalo besok bakalan ada gelaran perkara terkait kasus judi.

Di info yang sayah terima, gelaran dimulai pukul 8 pagi. Sayah pun meng-iya-kan, dan esok harinya kami janjian akan berkabar dan ketemu di lokasi langsung.

Pukul 7 pagi sayah sudah terbangun, memaksa diri untuk bangun lebih tepatnya. Kenapa memaksa? Karena subuh tadi sayah baru tidur..

Setelah mandi dan meminum minuman penunda lapar yang ada di iklan-iklan, pukul 8 sayah sudah siap. Sedikit buru-buru, sayah memanaskan motor dan segera tancap gas menuju Polres.

Bensin di motor tinggal sekarat, sayah pun memaksa untuk tetap langsung datang ke TKP, dengan harapan sih supaya tidak ketinggalan berita.

Hampir 30 menit perjalanan dari rumah.  Sayah pun tiba di Polres. Setelah memantau sana-sini... Loh, kok sepi ya, seperti tidak ada kegiatan apa-apa?

Setelah celingak-celinguk selama beberapa menit, sayah pun akhirnya berpikiran untuk pulang saja sepertinya. Dan akhirnya itu sayah lakukan.

Kabar dari kawan pun tak ada, sayah pun mencoba menghubungi tapi tetap tidak ada kabar.

AMSYONG!

Akhirnya sayah memutuskan untuk pulang ke rumah. Tak lupa untuk membeli bubur ayam pengganti minuman penunda lapar itu. Sesampainya di rumah, sayah pun segera sarapan lagi. Setelah selesai tak lupa untuk berleha-leha dulu. Santai seperti tidak ada yang terjadi.

Setelah beberapa menit kemudian (mendekati tengah siang), sebuah pesan masuk datang ke telepun genggam sayah. Isinya memberika kabar supaya sayah datang kembali ke Polres.

Dengan kantuk yang mulai menggerayangi, sayah pun meng-iya-kan (lagi). Dan segera datang kembali ke Polres tadi.

Singkat kata, singkat cerita, sayah akhirnya kembali sampai di Polres. Setelah sampai, sayah juga kembali menanyakan kepada kawan yang member kabar itu, nanya sudah dimana, dan sebelah mana gelaran perkaranya?

Pesan balasan pun tak kunjung sampai. Dan sayah dibiarkan menghirup udara panas yang menyelimuti Kota Gorontalo.

Beberapa menit berlalu….

Sampai akhirnya, sayah melihat tiga orang berpakaian warna orange dengan tulisan ‘Tersangka’ di tengah bajunya sedang digiring oleh beberapa orang polisi untuk masuk ke dalam polres. Beberapa kawan wartawan pun ada di belakangnya.

Setelah melihat hal itu sayah langsung mendekati seorang wartawan yang juga kawan sayah yang lain. Seraya bertanya, “Sudah selesai, bang?”

Dirinya pun menjawab, “Iya, sudah daritadi.”

AMSYONG! – part kedua.

Dalam hati sih ngomel, “Sial, ni orang (kawan sayah yang ngasih pesan singkat) ngabarin pas gelaran udah dimulai, dikata sayah bisa terbang kali, suruh dateng cepet-cepet ke tkp.”

Dan setelah itu, sayah akhirnya ngga bisa dapet berita.

Kampret....




***

Singkat kata, singkat cerita. Saat masih di Polres, dengan perasaan yang masih gundah gulana karena ngga dapet berita, kabar gembira pun datang. Sayah kembali dapat kabar, kalo bakalan ada aksi demo siang ini.

Kenapa kabar gembira? Ya, bagi sayah, tentu hal itu bisa jadi berita, dan harapannya sih bisa naik beritanya. Yaa, habis berita naik, terbitlah honor. Gitu..

Oke, kegiatan di Polres pun berlalu. Sayah akhirnya pergi ke tempat dimana aksi demo katanya akan mulai. Asal tau saja, lokasi demo itu ada di Kabupaten Gorontalo, bukan di Kota Gorontalo. Yaa, kalo diperkirakan, sekitar 10 kilo perjalanan lah. Dan asal tau juga, hari itu cuacanya panas, bensin di motor sayah pun belum keisi, sayah memaksakan untuk langsung datang ke TKP saja, soalnya takut ketinggalan.

Setelah hampir satu jam perjalanan, sayah pun tiba di TKP. Bensin di motor, Alhamdulillah masih mampu.

Demo ini ceritanya terjadi di kantor Balai Sungai Kab. Gorontalo (kalo ngga salah namanya). Demo ini dilakukan oleh masyarakat, dari info yang sayah dengar, masyarakat berdemo karena menduga ada praktik-praktik korupsi oleh para pejabat itu.

Korupsi itu diduga terjadi karena ceritanya ada sebuah proyek pembangunan tanggul/jalan yang dibangun di atas Danau Limboto (danau terbesar di Gorontalo) yang menghubungkan antar desa di sekitarnya.

Karena ada indikasi korupsi itulah, maka masyarakat berdemo.

Pukul satu siang berlalu.. Massa demo pun belum kelihatan batang lehernya..

Sayah yang mulai lapar ini menunggu di sebuah warung yang ada tepat di depan kantor yang dijadikan lokasi demo. Rasa kantuk pun semakin mendekat, dan berulah semena-mena. Membuat mata sayah semakin tak kuat untuk menahannya.

Massa demo pun masih tak terlihat… Yang terlihat malah sekumpulan preman-preman yang sepertinya telah diundang buat ikut mengamankan kondisi demo nanti. Oiya, polisi juga ada sih..

Setelah semakin putus asa karna massa demo yang tak kunjung datang, ditambah rasa kantuk yang semakin menguat bergelantungan di mata, dalam hati sayah bicara, “Kalo sampai jam dua ga dateng-dateng ni massa aksih. Apapun yang terjadi sayah bakalan pulang ke rumah saja.”

Setelah sayah bicara seperti itu, tiba-tiba sebuah mobil bak, truk, dan beberapa angkutan umum yang memuat sekumpulan orang tiba di depan kantor. Dan, yes…sepertinya ini dia massa demo yang sayah tunggu-tunggu.

Mobil-mobil pedemo pun mulai memposisikan diri di depan kantor. Volume suara speaker yang ada di salah satu mobil mulai dinaikkan. Salah seorang korlip demo pun mulai bersiap-siap berorasi.

Namun tiba-tiba, belum juga sempat sang korlip berorasi, sedikit kericuhan mulai terjadi. Kawanan preman yang daritadi berjaga-jaga di sekitar kantor mulai berulah. Mereka yang sepertinya dibayar oleh oknum-oknum untuk menjaga aksi demo ini, langsung berulah dan memaksa untuk membubarkan aksi demo. Kabel-kabel sound system pun ditarik paksa oleh salah satu preman. Sedang preman yang lain juga mulai memaksa para pendemo untuk bubar.

Tiba-tiba truk yang mengangkut para pendemo pun segera kabur. Dan aksi demo mulai sedikit ricuh..

Tapi ternyata kericuhan itu tidak berlangsung lama. Para polisi yang ada di sekitar turut berupaya mendamaikan kedua belah pihak. Dan akhirnya, ketegangan mereda..

Sang korlip aksi pun datang dan mengambil mic, ia pun menjelaskan maksud kedatangan dirinya bersama kawan-kawannya yang lain. Dan tak sampai lima menit berlalu, para pendemo pun memutuskan untuk bubar.

ANJRIT. BELUM JUGA MULAI, DEMO UDAH BUBAR!

Dan, ya.. akhirnya massa demo pun bubar. Bubar meninggalkan sayah yang telah menunggu kedatangan mereka meski harus melawan rasa lapar dan kantuk yang menjadi-jadi.

Dan ya..sayah pun ngga dapet berita lagi. Gimana mau dibikin beritanya, isi tuntutan aja belum ketahuan.. kalaupun dibikin, ya percuma, pasti ga bakalan naik, karna kurang isinya…huhu

AMSYONG! – part ketiga.

Akhirnya sayah pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Tak lupa diperjalanan  sayah mengisi bensin sebanyak 20ribu. Kasihan, motor kesayangan sudah menahan haus daritadi.

Sesampainya di rumah, sayah langsung menuruti kata mata sayah, untuk menunaikan tidur yang tertunda. Dan akhirnya sayah tidur…

Kemudian bangun setelah malam mulai menjemput, yaa..sekitar jam 8 apa ya..hehehe
Setelah itu teman sayah datang ke rumah. Dan sayah mulai menulis cerita ini..hehe



*** 


Lalu, inti ceritanya apa?

Ya, sayah sih cuma mau curhat sajah.

Oiya, sekalian mau mengingatkan, kalo janjian sama teman itu ya ditepati lah atau minimal kasih kabar kek. Dan jangan lupa, kalau mau beraktifitas sejak pagi hari, mending segera tidur deh sebelumnya, supaya ga ngantuk!



2 April 2015



You Might Also Like

0 komentar

Terima

Kasih

Banyak

Subscribe