Cerita di Malam Hari

April 18, 2014

Rose, Moon, and Rainbow
Hujan baru saja reda malam ini. Tiap tetesnya telah membasahi seluruh relung sanubari. Menggenangi rindu dalam hati, hingga akhirnya tumpah tak terbendung lagi.

Malam ini perasaan itu datang lagi. Perasaan yang terkadang hilang bersama awan gelap yang enggan datang kembali. Terkadang hati berbisik sesekali, menyerukan untuk kembali bersenang-senang lagi.

Sunyi malam akhirnya datang menghampiri. Menemani diri untuk berteman dalam sepi. Bersamanya, langit ku pandangi. Mencari potret keindahan yang mungkin diberikan Illahi.

Kutemui bulan di salah satu sisi. Aduhai, indah sekali ternyata dirinya malam ini. Bersolek centil dibalut warna pelangi, membuat malam terlihat menjadi harmoni.

Meski bulan dan pelangi menemani, rindu ini ternyata masih menjadi-jadi.

Terpikir olehku seseorang yang pernah datang dalam mimpi. Seseorang yang dirinya sangat kunanti-nanti. Seseorang yang selalu menemani ketika sendiri. Seseorang yang parasnya cantik menawan hati.

Entah apa kabarnya ia malam ini. Kabar terakhir yang kudapati, dirinya sedang berjuang untuk menyehatkan tubuhnya kembali.

Ah, mungkin kini dirinya sudah ada yang menemani. Seseorang yang sepertinya masih diharapkan oleh dirinya hingga nanti.

Ya, tentu saja diriku sadar diri. Aku hanyalah salah satu bintang diantara milyaran bintang yang bertaburan di langit malam ini. Tetapi, dirinya perlu tahu, bahwa aku adalah bintang yang akan selalu setia berada di sisi bulan setiap malam hari.

Mungkin dirinya akan melupakan semua cerita tentang diriku ini. Tapi tenang, aku masih berharap kepada bulan dan pelangi. Berdoa agar keduanya tak ikut melupakanku sendiri.

Aku memang tak pandai menulis untaian puisi. Yang ku bisa hanyalah, menuliskan cerita ini di malam hari.

Untukmu, bunga yang tak kuharap untuk pergi.

Gorontalo, 18 April 2014.
2.22 WITA

You Might Also Like

0 komentar

Terima

Kasih

Banyak

Subscribe