Ketika Hati Tak Mampu Bermimpi

Februari 17, 2014

Ketika pengekspresian diri tertutup oleh sebuah narasi
Hanya melahirkan jati diri yang bisa terbunuh sepi
kekuatan imajinasi yang menolak situasi
Hanya terdiam tanpa banyak ekspresi

Ketika tiba sebuah persimpangan
Hanya sebuah pilihan yang ditampilkan
Ketika satu jalan terpilih, hanya sebuah jurang yang menantikan
Ketika terpilih jalan yang lain, hanya sebuah tembok hitam yang ditemukan

Seperti sepi tak kunjung berhenti
Semakin banyak jalan yang harus didaki
Melihat siapa yang harus menemani
Tak kunjung tiba yang dinanti

Berujung mati ekspresi diri
Bila waktu hanya berputar disini
Alokasikan diri untuk sebuah imajinasi
Tertutup lagi pintu di hati

Luasnya dunia terlihat sempit
Ketika sesuatu selalu terjepit
Sebuah pemikiran yang terbesit
Kembali pulang karna sakit

Ketika burung kecil menemani
Hanya itulah penghibur diri
Terasa hati begitu iri
Melihat mereka pergi tanpa sendiri

Ketika malam mulai menyelimuti
Hanya mimpi-mimpi yang menerangi hati
Alunan angin tak terdengar lagi
Hingga mentari kembali bercerah diri

Kembali terulang seperti itu lagi
Hingga malam datang kembali
Hingga mentari menggantikan lagi
Hingga mimpi kembali bernyanyi

Angin malam yang terlupakan
Suasana riang yang menyepikan
Siang malam tak terasakan
Hingga hilang terbinasakan

Tak banyak kata yang disampaikan
Hanya doa yang mengingatkan
Semangat cinta yang diberikan
Demi cinta, cita, dan harapan

Ketika suara hati tak terdengarkan
Beserta ekspresi yang ikut tak tersampaikan
Berulang-ulang terhentikan
Hingga tak tau apa yang harus dilakukan

Alur cerita kehidupan, memang selalu penuh dengan sebuah teka-teki
Dan semua pasti tak dapat dipungkiri
Tak satupun yang bisa mencari
Apa rencana yang diberikan illahi

Mungkin harus terlatih dengan ini
Demi apa yang dinanti
Demi mereka yang selalu di hati
Demi sesuatu yang harus didapati

Tunggu hingga malam datang kembali
Bersama bintang yang terlihat menari
Berganti mentari dipagi hari
Membawa suasana yang dicari

Mengingat suasana yang dulu putih
Membuat hati tak kunjung pulih
Luka lama terbalut perih
Terbutuhkan hanya sebuah kasih

Indah dunia hari ini
Terasa gelap pemikiran hati
Entah dimana kan dinanti
Suatu saat pasti kan kembali

Gorontalo, 31 Mei 2011

You Might Also Like

0 komentar

Terima

Kasih

Banyak

Subscribe