Surga Tanpa Listrik di Boalemo

September 06, 2013

Pantai Botuhuwato (Dokumentasi Pribadi)
‘Gorontalo, The Hidden Of Paradise’ tak hanya slogan yang Anda temui saat berkunjung pertama kali ke Provinsi Gorontalo. 4 jam perjalanan dari ibukota, Anda akan menemui sebuah surga di Boalemo.
Pantai itu dinamai Pantai Botuhuwato. Terletak di Desa Kramat, Kecamatan Mananggu.
Meski jaraknya yang terhitung jauh, semua rasa lelah akan terbayar oleh panorama keindahan yang disediakan oleh alam disana. Suasana yang tenang, air laut yang jernih, bebatuan alam serta kebun kelapa yang tersusun rapi seakan mampu membius hati para pengunjungnya yang datang.
Keramahan penduduk yang tinggal di sekitar pantai, menambah kesan harmoni di daerah pesisir ini.
Di seberang pantai, ada Pulau Bitila yang dapat ditempuh sejauh 30 menit perjalanan dengan menggunakan perahu nelayan. Pulau ini juga menjadi salah satu surga bawah laut yang ada di kabupaten yang luasnya hampir 3 ribu kilometer persegi ini.
Sudah banyak para pengunjung yang pernah snorkeling atau ber-diving ria disini mengakui keindahan alam bawah laut di pulau yang berbentuk seperti piramida ini. Berbagai jenis ikan hias dan terumbu karang bisa Anda temui tak jauh dari bibir pantainya.
“Pasir putihnya bagus, air lautnya juga jernih sekali. Sumber daya alam disini juga sangat mendukung kalau mau buat usaha di bidang perikanan.” kata Yunus Monoarfa, salah satu pengunjung dengan logat Gorontalonya yang khas.
Sayangnya, dibalik keindahan surga bawah laut yang hadir di Pantai Botuhuwayo dan Pulau Bitilia, masih banyak kekurangan yang ikut hadir di tempat ini. Keberadaan sarana dan prasarana untuk pengunjung serta sumber energi listrik untuk menghidupi keseharian penduduk di sekitar pantai menjadi salah satu yang membuat daerah ini jarang diekspose.
Selain itu, akses jalan menuju pantai disini banyak yang rusak. Listrik di desa ini juga masih menggunakan mesin diesel.
“Itupun hanya ada dari jam 7 sampai jam 11 malam” keluh Podu Oni, selaku Kepala Dusun, kepada sayaSabtu (4/5/13) lalu.
Ia juga menambahkan bahwa bagi para pengunjung yang datang, penduduk disini dengan senang hati akan menyewakan beberapa pondok yang mereka buat secara sukarela.
Sungguh memprihatinkan, ketika kita melihat indahnya kehidupan alam disana tetapi berbanding terbalik dengan kehidupan para penduduknya
Kurangnya perhatian pemerintah setempat terhadap perkembangan di daerah ini menjadikan Pantai Botuhuwato dan Pulau Bitila tetap menjadi ‘surga tersembunyi’ yang ada di Gorontalo dan kurang ter-expose oleh dunia luar.**

Note : Tulisan ini sebelumnya pernah di publikasikan di Jurnal Kebudayaan Tanggomo, dengan judul yang sama pertanggal 11 Mei 2013. Silahkan kunjungi Jurnal Kebudayaan Tanggomo untuk melihat tulisan-tulisan yang lainnya.

You Might Also Like

1 komentar

Terima

Kasih

Banyak

Subscribe