Merantaulah. (Kembali Menulis)

Juli 22, 2013

Ilustrasi (google.com)
Juli 2013, akhirnya saya mencoba untuk menghidupkan kembali blog ini. hehe
Sebagai pembuka, saya akan menampilkan sebuah sajak dari Al-Imam Asy-Syafi'i dengan judul 'Merantaulah.'

Merantaulah-Al-imam asy-Syafi'i

Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman 
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang 
Pergilah 'kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman 
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. 

Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan 
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak dia 'kan keruh menggenang 
Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang 
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran 
Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam 
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang 
Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman 
Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datang 
  
Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang 
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan 
Kayu gahru tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan 
Jika dibawa ke kota berubah mahal jadi incaran hartawan  

Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman Assyafi'i ''
( Imam Syafi'i ra. )


Menurut saya, sajak ini sangatlah bagus dan menginspirasi. Bahwasanya dalam hidup, kita untuk dianjurkan untuk pergi meninggalkan daerah kita sendiri.

Apa alasannya?

Dengan kita mencoba untuk keluar dan tinggal di negeri orang, banyak hal yang akan kita pelajari. Akan banyak hal terkait pengalaman hidup yang akan kita dapatkan. Mulai dari yang terbaik hingga yang terburuk sekalipun.

Tinggal di sebuah daerah baru, secara tidak langsung akan menuntut diri kita untuk bisa menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar. Dan didalam proses penyesuaian itulah, kita bisa mempelajari 'Kehidupan' yang sebenarnya. (setidaknya itu menurut pengalaman pribadi saya) :D

You Might Also Like

0 komentar

Terima

Kasih

Banyak

Subscribe